Berjalan di batas sendu
Mengais kasih yang terlantar
Terus berjalan tanpa tahu kemana bermuara
Mencari benih harap di persimpangan
Hilang...
Hanya fatamorgana menari-nari
Masih berjalan, terus berjalan
Menuai harap yang tertanam dalam jeruji mimpi
Hadirnya hanya imaji
Nyatanya, hilang dalam nelangsa
Gusar mencari
Langkah gemetar
Di sudut pilu bayang semu
Seberkas kilau di ujung senja
Perlahan menelisik luka yang masih basah
Adakah cahaya Tuhan datang mendekap khilafah
Kala lembayung menyibak tirai malam
Hamba yang datang dari kejauhan
Berlumur dosa anyir mengudara
Terlampau sering berdusta
Dalam hening berselimut gelap
Berteman dingin angin malam
Mengantarkan sayup-sayup diskusi malam
Di atas sajadah terbentang
Beribu malaikat turut mengamini
Rahmat-Mu yang kucari, terus tanpa henti
Dalam lemahku tak berdaya
Mencari sinar hidayah dan taufik-Mu
Tuhanku Yang Maha Perkasa
Bimbinglah langkahku
Penglihatanku, pendengaranku dan lidahku dengan cahaya-Mu
Izinkanku kembali
Dengan menyebut Asma-Mu
Comments
Post a Comment