Jejak langkah meninggalkan kenang
Menuai rindu terhimpit bisu
Mengais harap meredam nestapa
Memupuk dosa belantara
Gemerlap euforia dunia
Menyisakan kehampaan
Berlarian mencari
Berlomba merebut kuasa
Menimbun harta
Merebut tahta
Nafsu kian menggebu
Bagai budak kepada majikan
Waktu berputar
Bergerak maju
Takan berhenti barang sedetik
Akankah berlalu tanpa iba
Bisakah mendengar
Panggilan rindu Sang Pemilik Alam
Akankah terabai
Hingga tiba panggilan menjemput pulang
Terlampau sering ku berdusta
Teramat jelas menoreh tinta hitam
Di atas lembar putihku yang legam
Jika dosa berbau
Sudikah manusia mendekat
Jika dosa terlukis di wajah
Sudikah manusia menatap
Jangankan makhluk, diri ini lari terbirit-birit
mengaca
Langkahku kian rapuh
Menapaki hidup di kejamnya dunia
Hilang arah
Hampa menemani tiada beranjak
Terbesit nama-Mu
Mengesakan-Mu
Engkaulah
Maha Pembuka
Yang
Menghilangkan Kesulitan
Segala resah gundahku
Kutuangkan di sepertiga malamku
Sudikah Engkau menggenggamku
Menuntunku ke jalan-Mu
Tuhan, dosaku bertebaran
Memenuhi samudera lepas
Namun rahmat-Mu melangit luas
Merangkakku, berlari-Mu
Selangkahku, beribu langkah-Mu
Pintaku teramat banyak
Tak tahu diri akan hina
Ijabah atas inginku
Seakan Kau menghiraukan dosaku
Engkaulah Tuhan Yang Maha Mengabulkan
Baikku di mata manusia
Bukan semata ulahku
Karena Engkau sahaja
Yang menutup aibku
Engkau Yang Maha Mulia
Siang ku berdusta
Kau sembunyikannya ia
Malam ku bersimpuh
Kau kabarkan kepada malaikat-Mu
Maha Suci Engkau Ya Tuhanku
Atas segala rida-Mu
Apalagi yang kucari
Kejarlah akhirat, dunia mengikuti
Engkau Yang Maha Kaya
Pemilik seluruh alam raya
Engkaulah Sang Pemberi
Yang tak pernah mengharap kembali
Engkau Sang Maha Pengampun
Ampuni hamba yang tak berdaya
Acap kali Kau terlupa
Namun hidayah-Mu melimpah ruah
Tak pantas ku ke surgamu
Tak kuasa pula ku ke nerakamu
Akulah hamba yang mengharap belas kasih-Mu
Izinkanku kembali
Comments
Post a Comment