Salahkah?

Tidak pernah terpkir sebelumnya akan seperti ini

Tidak pernah terbayang jika harus seperti ini

Pernahkah kau merasa sepi 

Sepi yang menemani

Pada akhirnya kau ditemani oleh sepi

Bahkan untuk mengatakannya kau tidak mampu

Kau tidak bisa mengungkapkan itu lewat kata-kata

Tersimpan begitu rapi dalam hati

Tapi membuat semua hancur dan berantakan

Adakah sedikit berkas cahaya yang mengantarkanmu pada ramai?

Saat satu per satu di sekelilingmu sudah tak bisa lagi kau percayakan

Bukan karena mereka seperti itu, tapi pikiran burukmu yang selalu mengusik

Salahkah bila peduli?

Menjadi manusia yang bisa memanusiakan manusia

Tapi kadang, diri ini selalu terabaikan

Terasingkan, bahkan tidak dianggap

Pernahkah kau merasa dibuang layaknya kertas ujian yang dibuang untuk membungkus gorengan?

Saat hadirmu hanya untuk penghias di kala sinarnya redup

Lalu hadirmu kini dibiarkan usang seperti sarang laba-laba di rumah tak berpenghuni

Salahkah jika rasa ini bertajuk pada hal yang tak seharusnya singgah

Tak pernah merasa seperti ini sebelumnya

Begitu merobek jiwa dan terkoyak dan tenggelam bersama nestapa

Melihat ketidakinginan jiwa namun selalu ditunjukkan

Terbesit tanya dalam relung hati yang katanya masih sendiri

Mengapa harus ada sebuah rasa yang tidak boleh seharusnya ada

Karena bukan tugasmu untuk mengubah segala salah yang bukan urusanmu

Pikirkan dirimu, berhentilah, dan terbanglah bersama anganmu yang belum kau raih

Biarkan menjadi tanya dan menunggu jawab oleh kebenaran saat waktu tiba.

Comments